Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Efek Samping Vaksin

Vaksin adalah segala persiapan dimaksudkan untuk menghasilkan kekebalan terhadap penyakit dengan merangsang produksi antibodi. Vaksin termasuk, misalnya, suspensi mikroorganisme dibunuh atau dilemahkan, atau produk atau turunan dari mikroorganisme. Metode yang paling umum dari pemberian vaksin adalah melalui suntikan, namun ada juga yang diberikan melalui mulut atau semprot hidung Vaksinasi adalah pemberian vaksin kedalam tubuh untuk memberikan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pencegahan dan pengendalian penyakit melalui vaksinasi akan memberikan dampak yang lebih baik dibandingkan dengan kemoterapi karena tidak menimbulkan residu antibakteri pada ternak dan tidak menimbulkan resistensi bakteri. Vaksin bakteri terdiri dari dua bentuk yaitu vaksin aktif dan vaksin inaktif. Pemberian vaksin adalah salah satu cara yang baik untuk memberantas penyakit pada hewan ternak seperti sapi, babi, ayam dan juga hewan lainnya karena vaksin merupakan anti body. Dengan pemberian vaksin maka akan d...

Makalah zoonosis Camphilobacter dan Clostridial Infection

Campylobacteriosis dan Clostridial Infection Oleh; Trisna Putri (1602101010132) FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH 2018 BAB I PENDAHULAN 1.1 Latar Belakang Berbagai penyakit yang muncul di masyarakat saat ini banyak berasal dari hewan. Hal ini menjadi menjadi sangat penting karena penyakit dari hewan tersebut sewaktu – waktu dapat mewabah hingga jangkauannya luas. Sehingga diperlukanlah langkah – langkah terpadu untuk mencegah dan menanggulanginya. Mewabahnya penyakit asal hewan terkait dengan populasi manusia, lingkungan, dan agen penyakit itu sendiri yang dapat berimplikasi pada kemunculan suatu penyakit zoonosis. PenyakitzoonosismenurutBadanKesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) adalah suatu penyakit yang secara alamiah dapat menular di antara hewan vertebrata dan manusia. Penyakit pada hewan dapat ditularkan langsung dan tidak langsung atau melaui produk hewan seperti daging, susu, dan telur termasuk penya...

Pengenalan Alat Bedah

PENGENALAN ALAT ALAT BEDAH BAB I PENDAHULUAN Pengenalan alat-alat merupakan hal penting dilakukan untuk menjamin keselamatan kerja saat melakukan tindak operasi dalam dunia kedokteran. Pengenalan alat merupakan langkah pertama yg dilakukan sebelum melakukan operasi secara langsung. Pentingnya dilakukan pengenalan alat-alat bedah bertujuan agar operasi dapat berjalan dengan lancer, karena dengan mengenal alat, kita dapat mengetahui fungsi masing-masing bagian dari alat tersebut ,serta cara pengoperasian atau penggunaan alat-alat secara benar sehingga kesalahan prosedur dalam tindak operasi dapat diminimalisasi sedikit mungkin. Alat bedah merupakan alat yang dirancang untuk digunakan dalam kegiatan pembedahan, seperti membedah hewan, manusia, dan sebagainya. Beberapa bagian juga diperlukan dalam pembuatan sediaan botani . Selain pengetahuan dan pemahaman akan alat bedah ,sebagai dokter kita juga dituntut untuk terampil dalam menggunakan alat-alat secara benar .pada ilmu medis sebe...

Clostridium tetani

CLOSTRIDIUM TETANI Etiologi Adapun klasifikasi pada bakteri ini adalah : Kingdom : Bacteria Division : Firmicute Class : Clostridia Order : Clostridiales Family : Clostridiaceae Genus : Clostridium Species : Clostridium tetani Tetanus sudah dikenal oleh orang-orang yang dimasa lalu, yang dikenal karena hubungan antara luka-luka dan kekejangan-kekejangan otot fatal. Pada tahun 1884, Arthur Nicolaier mengisolasi toksin tetanus yang seperti strychnine dari tetanus yang hidup bebas, bakteri lahan anaerob. Etiologi dari penyakit itu lebih lanjut diterangkan pada tahun 1884 oleh Antonio Carle dan Giorgio Rattone, yang mempertunjukkan sifat mengantar tetanus untuk pertama kali. Mereka mengembangbiakan tetanus di dalam tubuh kelinci-kelinci dengan menyuntik syaraf mereka di pangkal paha dengan nanah dari suatu kasus tetanus manusia yang fatal di tahun yang sama tersebut. Pada tahun 1889, C.tetani teri...

Clostridial infection

CLOSTRIDIUM PERFRINGENS Clostridium perfringens (sebelumnya dikenal sebagai welchii C.) adalah, Gram-positif berbentuk batang, anaerobik, bakteri pembentuk spora dari genus Clostridium. [1] C. perfringens di mana-mana di alam dan dapat ditemukan sebagai komponen normal pembusukan vegetasi, sedimen laut, saluran usus manusia dan vertebrata lain, serangga, dan tanah. C. perfringens adalah patogen manusia kadang-kadang, dan waktu lain dapat dicerna dan tidak menyebabkan kerusakan apapun. [2] Karakteristik Infeksi Clostridium perfringens yang biasa ditemui pada infeksi sebagai komponen dari flora normal. [3] Dalam hal ini, peran dalam penyakit minor. Infeksi karena C. perfringens menunjukkan bukti nekrosis jaringan, bakteremia, kolesistitis emphysematous, dan gangren gas, yang juga dikenal sebagai myonecrosis clostridial. Toksin yang terlibat dalam gangren gas dikenal sebagai α-toksin, yang memasukkan ke dalam membran plasma sel, memproduksi kesenjangan dalam selaput yang mengganggu ...

makalah farmakologi II Antiseptik

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Zat antimikroba adalah senyawa yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Zat antimikroba dapat bersifat membunuh mikroorganisme (microbicidal) atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme (microbiostatic). Antiseptik adalah senyawa kimia yang digunakan untuk menekan pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan tubuh, misalnya kulit. Antiseptik selalu digunakan dalam berbagai kondisi medis baik untuk membersihkan luka terbuka ataupun disaat persiapan operasi di akan diberikan antiseptik terlebih dahulu untuk mencegah bakteri bertumbuh dan masuk ke dalam bagian operasi tersebut. Antiseptik berbeda dengan antibiotik dan disinfektan, yaitu antibiotik digunakan untuk membunuh mikroorganisme di dalam tubuh, dan disinfektan digunakan untuk membunuh mikroorganisme pada benda mati. Hal ini disebabkan antiseptik lebih aman diaplikasikan pada jaringan hidup. 1.2 Rumusan Masalah • Apa yang dimaksud dengan antiseptik? • Bagaimana kerja da...

Makalah Farmakologi Obat Saluran Pernafasan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sistem pernafasan berperan penting dalam pertukaran oksigen (O2) dengan karbondioksida (O2). Secara fungsional sistem pencernaan terdiri dari trakea, bronkus, bronkiolus, alveolus, dan paru-paru. Alveolus dikelilingi oleh pipa-pipa kapiler, baik alveolus maupun kapiler tersusun oleh satu lapis sel yang memungkinkan terjadinya pertukaran antara O2 dengan CO2. Oksigen dari udara masuk melalui bronkus, bronkiolus, alveolus dan terjadi inspirasi lalu masuk ke sirulasi sistematik (darah) dan secara bersamaan CO2 didifusikan keluar dari pipa-pipa kapiler masuk ke alveolus yang selanjutnya dikeluarkan dari tubuh melalui pernapasan. Semakin memburuknya kualitas udara di bumi, dan perubahan yang ekstrim menimbulkan penyakit pada saluran pernafasan. Dalam kasusnya kita sering menjumpai dari yang paling ringan seperti batuk, pilek, radang tenggorokan sampai yang berat seperti asma, radang paru-paru, emfisema, bronchitis dan lain-lain. 1.2. Tujuan Tujua...