LAPORAN PRAKERIN JURUSAN AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR
BELAKANG
PRAKERIN
(Praktek Kerja Industri) adalah kegiatan pendidikan, pelatihan dan pembelajaran
yang dilaksanakan di Dunia Usaha Atau Dunia Industri dalam upaya pendekatan
ataupun untuk meningkatkan mutu siswa – siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
dengan kompetensi (kemampuan) siswa sesuai bidangnya dan juga menambah bekal
untuk masa – masa mendatang guna memasuki dunia kerja yang semakin banyak serta
ketat dalam persaingannya seperti di masa sekarang ini.
Dalam
pelaksanaannya dilakukan dengan prosedur tertentu, bagi siswa yang bertujuan
untuk magang disuatu tempat kerja, baik dunia usaha maupun didunia industri
setidaknya sudah memiliki kemampuan dasar sesuai bidang yang digelutinya atau
sudah mendapatkan bekal dari pembimbing disekolah untuk memiliki ilmu-ilmu dasar
yang akan diterapkan dalam dunia usaha atau dunia Industri. Alasan utama
mengapa para siswa-siswi harus memiliki bekal ilmu pengetahuan dasar sesuai
bidangnya agar dalam pelaksanaan Praktek Kerja Industri tidak mengalami kendala
dalam penerapan Ilmu Pengetahuan dasar yang kemungkinan besar dalam proses
praktek kerja industri mendapatkan ilmu-ilmu baru yang tidak diajarkan di
Lembaga Kejuruan terkait.
Dalam
pelaksanaan Praktek Kerja Industri ini diharapkan setiap siswa – siswi mampu
mengikuti kegiatan kerja serta memahami kegiatan kerja yang dilakukan di Dunia
Usaha ataupun di Dunia Industri agar siswa – siswi tersebut dapat mencapai
serta mendapatkan sesuatu yang baik dan berguna bagi dirinya serta agar siswa –
siswi tersebut mampu menunjukan kinerjanya secara maksimal apa yang telah
dilakukannya selama berada di dunia Usaha atau dunia Industri sehingga mampu
membuat dirinya diperhitungkan di dunia usaha atau dunia industri. Prakerin
memberikan dan sekaligus mengajarkan kepada anak didik akan dan bagaimana
kehidupan di dunia kerja. disamping ajang uji coba ilmu yang ia pelajari.
melalui prakerin siswa diharapkan mampu memahami tentang bagaimana tata dan
aturan di dunia industri/usaha, sehingga ketika ia nantinya tamat ia sudah
benar-benar siap bekerja baik secara keilmuan maupun secara kejiwaan dan
mental.
1.2
TUJUAN DAN
MANFAAT
Tujuan Praktek Kerja Industri
1.
Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian
profesional dengan tingkat pengetahuan dan etos kerja yang sesuai dengan
tuntutan lapangan kerja
2.
Memperkokoh Link and Match antara dunia pendidikan
dengan dunia kerja
3.
Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap
pengalaman kerja sebagai bagian proses pendidikan
4.
Membekali siswa dengan pengalaman-pengalaman yang
sebenarnya di dalam dunia kerja, sebagai persiapan guna menyesuaikan diri
dengan dunia kerja dan masyarakat
5.
Siswa dapat meningkatkan rasa percaya dirinya, dalam
memecahkan berbagai masalah atau kesulitan yang ditemuinya
6.
Untuk merealisasikan pengetahuan yang di dapat dari
sekolah dengan pekerjaan yang sebenarnya di industri
Manfaat Praktek Kerja Industri
1.
Keahlian profesional yang diperoleh dari praktek kerja
lapangan, dapat meningkatkan rasa percaya diri, yang selanjutnya akan mendorong
untuk meningkatkan keahlian profesional pada tingkat yang lebih tinggi
2.
Waktu tempuh untuk mencapai keahlian profesional
menjadi lebih singkat. Setelah lulus sekolah dengan praktek kerja lapangan,
tidak memerlukan lagi waktu latihan lanjutan untuk mencapai tingkat keahlian
siap pakai
3.
Melatih disiplin, tanggung jawab, inisiatif,
kreatifitas, motivasi kerja, kerjasama, tingkah laku, emosi dan etika.
1.3 WAKTU DAN
TEMPAT
Pelaksanaan
Praktek Kerja Industri ini dilaksanakan pada tanggal 28 juli 2015 – 28 oktober
2015 di Farm SMK Negeri I Jantho
1.4
PEMBIMBING
Pembimbing pada Praktek Kerja Indutri ini adalah Ibu Ismeini, SP
BAB II
TINJAUAN
UMUM INDUSTRI
2.1 SEJARAH
SINGKAT
Farm
SMK Negeri I jantho, didirikan pada tahun yang sama dengan berdirinya SMK Negeri I jantho, yaitu pada tahun 2000,
mengingat jurusan
agribisnis ternak unggas adalah jurusan tertua di SMK ini, pada dulunya
farm SMK Jantho menjalankan usaha peternakan ruminansia serta unggas namun
seiring berjalannya waktu dan dikarenakan adanya sesuatu hal, usaha farm SMK
jantho sempat vakum untuk beberapa tahun.
Dan
pada awal tahun 2009 Farm SMK Jantho kembali bangkit dan Usaha yang dijalankan
di Farm SMK Jantho adalah peternakan ayam broiler (pedaging) dan ayam Layer
(petelur) dan untuk ruang lingkup pemasaran di Farm SMK Jantho yaitu pasar
jantho dan individual yang langsung datang ke Farm SMK Jantho untuk membeli
hasil dari Farm SMK Negeri Jantho.
Berdirinya
Farm SMK Jantho bertujuan untuk menunjang proses belajar mengajar siswa di SMK
Negeri I jantho, lebih tepatnya siswa Jurusan Agribisnis Ternak Unggas, dan
juga selain daripada itu, untuk melatih siswa agar lebih mengetahui seluk beluk
dalam dunia usaha
2.2 STRUKTUR
ORGANISASI
·
Struktur
Organisasi SMK Negeri I jantho
Kepala
SMK Negeri I Jantho
Drs.
Khairuddin
|
Waka
kesiswaan
Elizar,
S.Pd
|
Kepala
kompetensi keahlian
|
Waka
kurikulum
Agustina,
S.Pd
|
Waka
sarana
Budiman,
S.Pd
|
Waka
humas / hubmi
Detsi
Marlina, S.Pt, M.Pd
|
Agribisnis
ternak unggas
Ismeini,
SP
|
Teknik
Mesin
Bustamin,
ST
|
Teknik
Komputer Jaringan
Mauluddin,
S.Pd
|
Teknik
Otomotif
Muhammad
Yusuf, ST, MT
|
Busana
Butik
Ruwaida,
S.Pd
|
·
Struktur
Organisasi Jurusan Agribisnis Ternak Unggas
Kepala
Kompetensi Keahlian
Ismeini,
SP
|
Kepala Laboratorium
Hasnawati,
S.Pt, MP
|
Bendahara
Detsi
Marlina, S.Pt, M.Pd
|
Wali
Kelas
|
Kelas X
Ir. Rusmiati
|
Kelas XI
Hasnawati,
S.Pt, MP
|
Kelas
XII
Ir.
Siti Jamaliah
|
2.3 PERATURAN
DAN TATA TERTIB
1.
Mematuhi peraturan yang berlaku dalam industri
2.
Waktu kerja dimulai dari pukul 08.00 – 17.00 WIB
3.
Mengenakan pakaian seragam praktek pada saat prakerin
4.
Berlaku sopan serta jujur, bertanggung jawab dan
kreatif terhadap tugas-tugas yang diberikan dalam kegiatan praktek
5.
Memberitahu apabila berhalangan hadir atau bermaksud
untuk meninggalkan tempat prakerin
6.
Mentaati peraturan dalam penggunaan alat dan bahan
yang dipakai dalam prakerin
7.
Membersihkan dan mengatur kembali peralatan dengan
rapi seperti semula setelah meninggalkan tempat prakerin
8.
Harus mematuhi kesehatan dan keselamatan kerja (K3)
BAB III
TINJAUAN KHUSUS
3.1 MATERI
1. PERKANDANGAN
1.1
Syarat
Kandang
Adapun syarat kandang yang baik agar social walfare
ayam terjaga adalah :
1.
Dinding kandang dapat terbuat dari papan, bilah bambu,
ram kawat, dinding kandang tidak boleh terlalu rapat atau terlalu jarang, hal
ini dimaksudkan untuk keleluasaan sirkulasi udara kandang, dan tidak boleh
terlalu jarang agar predator tidak dapat
masuk ke dalam kandang
2.
Arah kandang sebaiknya membujur dari timur-barat. Hal
ini dimaksudkan agar ayam tidak terlalu kepanasan, tetapi pada pagi hari masih
dapat memperoleh sinar matahari
3.
Tinggi tiang tengah keatap minimal 6-7 meter dan tiang
tepi minimal 2,5-3 meter, hal ini
berhubungan dengan sirkulasi udara dalam kandang, lebar kandang maksimal 6-8
meter
4.
Atap kandang dirancang sesuai dengan fungsinya yaitu
melindungi bangunan beserta isinya dari hujan, panas matahari dan angin
5.
Lantai kandang sebaiknya di semen kasar sehingga mudah
dibersihkan dan akan mengurangi bahaya penyakit cocsidiosis
1.2
Pemilihan Lokasi
Kandang
Lokasi kandang yang baik adalah :
·
Dekat dengan sumber air
·
Jauh dari pemukiman masyarakat
·
Sarana transportasi mudah terjangkau
·
Dibangun ditempat yang datar untuk memudahkan
pembangunan dengan konstruksi sederhana
·
Tekstur tanah dan struktur tanah tempat kandang harus
padat, tetapi mudah diserap air sehingga bila hujan tidak terjadi genangan
·
Sirkulasi udara lancar
1.3
Kepadatan
Kandang
Salah satu
faktor yang sangat mempengaruhi daya tampung kandang adalah umur ayam yang
menempati kandang tersebut. Semakin besar umur maka jumlah ayam yang mampu
ditampung dalam suatu luas kandang akan semakin menurun, seperti terlihat pada
tabel
Umur Ayam
|
Kepadatan kandang (ekor/m2)
|
Minggu ke-1
Minggu ke-2
Minggu ke-3
Minggu ke-4
Minggu ke-5
|
50 – 40 ekor/m2
40 – 30 ekor/m2
30 – 20 ekor/m2
20 – 10 ekor/m2
10 – 8
ekor/m2
|
1.4
Sanitasi Kandang
Dan Lingkungan
Sanitasi
adalah usaha
pencegahan penyakit dengan cara menghilangkan atau mengatur faktor-faktor
lingkungan yang berkaitan dengan perpindahan penyakit tersebut. Sedangkan,
desinfeksi adalah menghancurkan/membunuh mikro organisme patogen penyebab
penyakit dengan bahan kimia atau secara fisik pada lingkungan, kandang dan
peralatannya.
Tahap
– Tahap sanitasi kandang
1. Mengeluarkan
semua tempat pakan dan tempat minum dari kandang
2. Pembersihan
kotoran dan sekam (litter)
3. Menyapu
kandang
4. Pemasangan
tirai serta memperbaiki kandang jika ada bagian yang rusak
5. Mencuci
tempat pakan dan tempat minum
6. Pencucian
kandang dengan air bersih
7. Pencucian
kandang dengan deterjen
8. Penyemprotan
dengan desinfektan
9. Pengapuran
kandang
10. Kandang
di istirahatkan selama 2 minggu
Selain
dari kegiatan sanitasi dan desinfeksi, dapat juga dilakukan kegiatan fumigasi
yang bertujuan untuk membunuh atau mematikan semua bibit-bibit penyakit yang
masih tersisa didalam kandang.
Fumigasi
adalah pensucihamaan dengan menggunakan gas formaldehida. Gas formaldehida
adalah campuran dari Formalin dan Kalium permanganat (KMnO4)
Dosis
formalin banding KMnO4 adalah 2 : 1
Dosis
fumigan untuk ruangan sebesar 2,83 m2
Kekuatan
|
Formalin (cc)
|
KMnO4 (gram)
|
1 kali
2
kali
3
kali
4
kali
5
kali
|
40
80
120
160
200
|
20
40
60
80
100
|
Cara Fumigasi:
- Sebagai persiapan, seluruh ruang harus ditutup terlebih dahulu dengan plastik.
- Ditengah-tengah ruang disediakan wadah, yang terbuat dari tanah liat atau kaca.
- Selanjutnya KMnO4 yang berbentuk tepung dimasukan ke dalam wadah yang tersedia, kemudian siramkan formalin kedlamnya sesuai dosis yang di inginkan. Segera berlari ke luar ruangan, asap akan segera menyebar.
- Biarkan gas formaldehida yang terbentuk dari reaksi kimia dari kedua unsur tadi habis menguap. Sifat gas formaldehida dapat membunuh kuman penyakit dengan cepat, dan gas tersebut dapat mencapai celah-celah kecil yang lebih dalam yang mungkin tidak terjangkau pada waktu dibersihkan. Tetapi karena gas ini beracun, harus ekstra berhati - hati.
2. PENERIMAAN DOC
2.1 Brooding Ring
Menghitung luas brooding ring untuk 100 ekor DOC
m
1,95 m2
2.2 Menimbang bobot rata-rata DOC
Rumus :
atau diambil 10 % sampel dari populasi
atau diambil 10 % sampel dari populasi
2.3 Seleksi
DOC
Seleksi DOC bertujuan untuk memilih
DOC yang baik dan yang buruk (
jelek), tujuan seleksi agar mendapatkan ternak yang sehat dan mampu
berpro-duksi tinggi
Ada beberapa hal yang harus
diperhatikan atau dipenuhi syaratnya untuk DOC yang akan dipelihara
a) DOC harus
sehat, karena jika tidak sehat maka akan menjadi penyebar penyakit
b) Tidak cacat,
karena apabila cacat kemungkinan kematian tinggi dan pemeliharaannya sulit
c) Warna bulu
seragam, apabila ada yang berbeda maka kemungkinan besar darahnya sudah tidak
murni lagi sehingga pertumbuhannya juga bervariasi
d) Berat badan
anak ayam yang dihasilkan biasanya berkisar antara 32,5 - 42,5 gram/ekor (ayam ras) dianggap
sudah baik
e)
Berasal dari induk yang sehat
f) Menetas
tepat waktu
g) DOC memiliki
kaki yang berminyak, berkilap (tidak kering)
h) DOC
mempunyai mata yang cerah, bercahaya, aktif dan tampak segar
i)
Pada bagian perut DOC tidak mengeras
j)
Pusar kering dan tidak menghitam (bad navel) bulu
lengkap menutup tubuh serta tidak ada feses pada dubur
2.4 Feather Sexing
Feather
Sexing bertujuan untuk mengetahui jenis kelamin dari DOC dengan melihat
pertumbuhan bulu sayap. Ditemukan pada tahun 1969 setelah tiga tahun penelitian
genetik intensif oleh Tegeis Poultry Breeding Company, yang mengembangkan
strain ayam broiler yang bisa dibedakan berdasarkan bulu (Feather Sexed). Ayam
Broiler tersebut adalah dengan strain yang akan menghasilkan bulu lambat pada
jantan dan pada betina tumbuh cepat
Perbedaan
kecepatan tumbuh bulu sayap primer disebabkan oleh gen yang terletak pada
kromosom kelamin induk ayam betina dan induk ayam jantan. Diamana ada bulu-bulu
yang cepat tumbuh dan bulu yang lambat tumbuh
DOC Jantan : Bulu penutup / bulu sayap atas ( coverts
) sama panjang atau lebih panjang daripada bulu sayap primer (primary)
DOC Betina : Bulu penutup / bulu sayap atas ( coverts
) lebih pendek daripada bulu sayap primer (primary)
Dari hasil yang kami lakukan didapat :
·
Jantan = 62 ekor
·
Betina = 37 ekor
2.5 Vaksinasi
1.
Pengertian
vaksin
·
Mikroorganisme yang dilemahkan dan apabila diberikan
kepada hewan tidak akan menimbulkan penyakit melainkan merangsang pembentukan
antibodi (zat kebal) yang sesuai dengan jenisnya
·
Suatu tindakan dengan sengaja memasukkan bibit
penyakit (mikroorganisme) yang telah dilemahkan dengan tujuan memperoleh
kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit tertentu
·
Suatu produk biologi yang berisi sejumlah
mikroorganisme sebagai penyebab suatu penyakit
2.
Tujuan
Vaksinasi
1)
Membuat ayam mempunyai kekabalan yang tinggi terhadap
suatu penyakit tertentu
2)
Untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam terhadap
penyakit tertentu
3)
Untuk mengurangi kemungkinan serangan penyakit
tertentu
4)
Untuk mencegah terjangkitnya suatu penyakit sesuai
dengan vaksin yang diberikan
5)
Untuk meningkatkan kesehatan ternak ayam
3.
Jenis Vaksin
Vaksin
terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :
1) Vaksin Live
( Virus hidup ) yaitu vaksin yang berisi mikroorganisme penyakit yang masih hidup
tetapi sudah dilemahkan
2) Vaksin
killed ( Virus mati ) yaitu vaksin yang berisi mikroorganisme penyakit yang
sudah mati tetapi masih bersifat immunogenic
4.
Cara
melaksanakan vaksinasi
1)
Metode tetes mata (Intra-Ocular)
Vaksinasi tetes mata dilakukan
dengan cara meneteskan vaksin ke mata ayam. Cara pelaksanaannya sebagai berikut
:
·
Larutan dapar dituangkan kedalam botol vaksin sehingga
berisi 2/3 bagian dari botol tersebut, kemudian ditutup lalu dikocok sampai
rata, usahakan jangan sampai berbuih
·
Larutan vaksin dituangkan kembali kedalam botol yang
masih berisi sisia larutan, kemudian ditutup dan lalu dikocok sampai merata
·
Penutup dengan penetesnya digunakan untuk vaksinasi
melalui tetes mata, satu tetes untuk satu ekor ayam, ayam baru dilepas jika
mata sudah dikejapkan sehingga vaksin masuk dengan sempurna
5.
Faktor –
faktor yang mempengaruhi keberhasilan vaksinasi
a)
Faktor tata laksana
·
Cara vaksinasi
·
Waktu vaksinasi
·
Keterampilan vaksinator
·
Kondisi lingkungan
b)
Faktor vaksin
·
Kualitas vaksin
·
Jenis vaksin
·
Cara penyimpanan vaksin
c)
Faktor individu
·
Kesehatan ayam
3. Pemeliharaan Ayam Broiler
Nama Industri : Farm SMK Negeri I
Jantho
Tanggal masuk DOC : Selasa, 11 Agustus 2015
Strain / Jenis DOC : MB – 02
Jumlah DOC : 102 ekor
Bobot awal DOC : 46 gram
RECORDING
MINGGU I
Hari / Tanggal
|
Bobot DOC
|
Mortalitas
|
Pakan
|
VOVD
|
Ket
|
Selasa, 11 Agustus 2015
|
46 gram
|
3 ekor
|
5-11 Hi-Provite 800 gram
|
Air Gula, Vita Chick
|
|
Rabu, 12 Agustus 2015
|
60 gram
|
-
|
5-11 Hi-Provite
900 gram
|
Vita Chick
|
|
Kamis, 13 Agustus 2015
|
76 gram
|
-
|
5-11 Hi-Provite
Secara ad-libitum
|
-
|
hanya di- berikan air putih
|
Jum’at, 14 Agustus 2015
|
102 gram
|
-
|
5-11 Hi-Provite Secara ad-libitum
|
Vaksin
ND-Lived dan Vita Chick
|
Dosis vaksin 0,03 mL melalui tetes
mata
|
Sabtu, 15 Agusuts 2015
|
124 gram
|
-
|
5-11 Hi-Provite Secara ad-libitum
|
Vita chick
|
1 tempat minum vita chick dan 1 tempat
minum air putih
|
Minggu, 16 Agustus 2015
|
140 gram
|
-
|
5-11 Hi-Provite Secara ad-libitum
|
Vita chick
|
|
Senin, 17 Agustus 2015
|
165 gram
|
-
|
5-11 Hi-Provite Secara ad-libitum
|
|
Hanya diberikan air putih
|
Jumlah
|
713 gram
|
102-3 = 99
|
25 kg
|
|
|
RECORDING
MINGGU 2
Hari / Tanggal
|
Bobot DOC
|
Mortalitas
|
Pakan
|
VOVD
|
Ket
|
Selasa, 18 Agustus 2015
|
198 gram
|
-
|
5-11 Hi-Provite 800 gram
|
|
Hanya diberikan air putih
|
Rabu, 19 Agustus 2015
|
230 gram
|
1 ekor
|
5-11 Hi-Provite
900 gram
|
Vita Chick
|
|
Kamis, 20 Agustus 2015
|
260 gram
|
-
|
5-11 Hi-Provite
Secara ad-libitum
|
|
|
Jum’at, 21 Agustus 2015
|
292 gram
|
-
|
5-11 Hi-Provite Secara ad-libitum
|
Sari daun pepaya
|
|
Sabtu, 22 Agustus 2015
|
306 gram
|
-
|
5-11 Hi-Provite Secara ad-libitum
|
Sari daun pepaya
|
|
Minggu, 23 Agustus 2015
|
333 gram
|
-
|
5-11 Hi-Provite Secara ad-libitum
|
|
|
Senin, 24 Agustus 2015
|
420 gram
|
1 ekor
|
5-11 Hi-Provite Secara ad-libitum
|
Vita Chick
|
|
Jumlah
|
2093 gram
|
99-2 = 97
|
|
|
|
RECORDING
MINGGU 3
Hari / Tanggal
|
Bobot DOC
|
Mortalitas
|
Pakan
|
VOVD
|
Ket
|
Selasa, 25 Agustus 2015
|
480 gram
|
-
|
5-11 Hi-Provite
Secara ad-libitum
|
|
|
Rabu, 26 Agustus 2015
|
540 gram
|
-
|
5-11 Hi-Provite
Secara ad-libitum
|
|
|
Kamis, 27 Agustus 2015
|
610 gram
|
-
|
5-11 Hi-Provite
Secara ad-libitum
|
Vita Chick
|
|
Jum’at, 28 Agustus 2015
|
700 gram
|
-
|
5-11 Hi-Provite Secara ad-libitum
|
|
|
Sabtu, 29 Agustus 2015
|
796 gram
|
-
|
5-11 Hi-Provite Secara ad-libitum
|
|
|
Minggu, 30 Agustus 2015
|
862 gram
|
-
|
5-11 Hi-Provite Secara ad-libitum
|
Vita Chick
|
-
|
Senin, 31 Agustus 2015
|
920 gram
|
|
5-11 VIVO Secara ad-libitum
|
Tetra- chlor
|
|
Jumlah
|
4908 gram
|
|
70 kg
|
|
|
RECORDING
MINGGU 4
Hari / Tanggal
|
Bobot DOC
|
Mortalitas
|
Pakan
|
VOVD
|
Ket
|
Selasa, 1 September 2015
|
1012 gram
|
-
|
5-11 VIVO Secara ad-libitum
|
Tetra-chlor
|
|
Rabu,
2 September 2015
|
1060 gram
|
-
|
5-11 VIVO Secara ad-libitum
|
Sari daun pepaya
|
|
Kamis, 3 September 2015
|
1156 gram
|
-
|
5-11 VIVO Secara ad-libitum
|
-
|
|
Jum’at, 4 September 2015
|
1216 gram
|
-
|
5-11 VIVO Secara ad-libitum
|
-
|
|
Sabtu, 5 September 2015
|
1270 gram
|
-
|
5-11 VIVO Secara ad-libitum
|
-
|
|
Minggu, 6 September 2015
|
1472 gram
|
-
|
5-11 VIVO Secara ad-libitum
|
-
|
-
|
Senin, 7 September 2015
|
1580 gram
|
|
5-11 VIVO Secara ad-libitum
|
-
|
|
Total
|
8766 gram
|
|
80 Kg
|
|
|
RECORDING
MINGGU 5
Hari / Tanggal
|
Bobot DOC
|
Mortalitas
|
Pakan
|
VOVD
|
Ket
|
Selasa, 8 September 2015
|
1720 gram
|
-
|
5-11 VIVO Secara ad-libitum
|
|
|
Rabu, 9 September 2015
|
1800 gram
|
1 ekor
|
5-11 VIVO Secara ad-libitum
|
|
|
Kamis, 10 September 2015
|
1850 gram
|
-
|
5-11 VIVO Secara ad-libitum
|
Sari daun pepaya
|
|
Jum’at, 11 September 2015
|
1968 gram
|
-
|
5-11 VIVO Secara ad-libitum
|
-
|
|
Sabtu,
12 September 2015
|
2050 gram
|
-
|
5-11 VIVO Secara ad-libitum
|
-
|
|
Minggu, 13 September 2015
|
2123 gram
|
1 ekor
|
5-11 VIVO Secara ad-libitum
|
-
|
-
|
Senin, 14 September 2015
|
2289 gram
|
-
|
5-11 VIVO Secara ad-libitum
|
-
|
|
Total
|
13800 gram
|
|
78 Kg
|
|
|
Untuk hasil keseluruhan nya adalah sebagai berikut
Mortalitas
= 2,94 + 2,02 + 5,15 + 2,22 = 12,33 %
PBB =
119 + 222 + 440 + 568 + 569 = 1918 gram
Feed Intake =
202 + 309 + 721 + 880 + 880 = 2992 gram
4.
Pemanenan Ayam
Pemanenan
merupakan salah satu tahapan untuk menentukan kualitas produksi. Pemanenan
harus dilakukan dengan benar sehinggas ayam tetap hidup, tidak mengalami stress
serta tidak cedera
Sebelum melakukan pemanenan,
hentikan pemberian obat-obatan dan antibiotik 5-14 hari sebelum panen. Hal ini
bertujuan agar ayam bebas dari sisa /
residu bahan kimia pada saat dikonsumsi oleh konsumen. Karena dikhawatirkan
akan menimbulkan efek samping pada konsumen
4.1
Faktor yang mempengaruhi penentuan waktu pemanen
a)
Bobot
Badan : Target bobot badan saat
dipanen biasanya memperhatikan permintaan konsumen. Pada suatu daerah,
terkadang bisa mencapai bobot badan atau malah berkurang dari standar
b)
Lama
pemeliharaan :
Lama pemeliharaan ayam pedaging adalah 5 minggu. Pada umur ini pertumbuhan ayam
mencapai optimal sehingga panen bisa dilakukan pada masa tersebut
c)
Harga
jual : ketidakstabilan harga jual ayam sangat
perlu diperhatikan dalam menentukan waktu pemanenan. Bila harga jual ayam
rendah dapat dipertimbangkan kemungkinan memperpanjang waktu pemeliharaan
sampai batas tertentu. Tetapi, apabila harga tinggi lebih baik mempersingkat
waktu pemeliharaan tanpa mempertimbangkan bobot badan dan umur ayam
d)
Kesehatan
ayam : Terjangkitnya penyakit membuat
peternak dapat mengambil langkah untuk memanen dan menjual ayam baik sebagian
atau seluruhnya. Hal ini dilakukan tanpa mempertimbangkan umur, bobot badan dan
harga jual
4.2 Peralatan
pemanenen
Ø Penyekat
Ø Tali
rafia
Ø Krat
Ø Timbangan
Ø Alat
tulis
Ø Kendaraan
pengangkut
4.3
Tahapan Pemanenan
a) Mengeluarkan
semua peralatan kandang (tempat pakan dan tempat minum)
b) Menyekat
kandang dengan kawat sekat
c) Menangkap
ayam dengan benar
d) Menimbang
ayam
e) Mencatat
hasil penimbangan
f) Memasukkan
ayam kedalam krat (keramba)
5.
Pemasaran
Dipasar peternak harus bersaing
secara sehat, dipasar juga terjadi penawaran dan permintaan. Apabila penawaran
tinggi maka harganya turun atau rendah dan apabila permintaan tinggi maka harganya
tinggi
Ayam dapat kita jual melalui agen,
pengecer atau kita sendiri yang menjual kepasar. Bila daging kita menjual
kepada pengecer / pengumpul kita harus melihat tinggi rendahnya harga yang
mereka sodorkan sehingga kita tidak mengalami kerugian
5.1
Strategi
pemasaran
Strategi
pemasaran merupakan hal yang sangat penting. Strategi pemasaran ini dipengaruhi
oleh faktor-faktor sebagai berikut :
1) Faktor
mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat
2) Faktor
makro, yaiitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan
sosial/budaya
Berikut
ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan untuk pemasaran dari sudut pandang
penjual :
1) Tempat
yang strategis (place)
2) Produk
yang bermutu (produt)
3) Harga
yang kompetitif (price)
4) Promosi
yang gencar
Dari
sudut pandang konsumen :
1) Kebutuhan
dan keinginan konsumen (costomer needs and wants)
2) Biaya
konsumen (cost to the customer)
3) Kenyamanan
(convenience)
4) Komunikasi
(comunication)
6.
Analisa Usaha
a)
Pengeluaran
No
|
Uraian
|
Harga
|
Volume
|
Biaya
|
1
|
DOC
|
Rp. 4000
|
100 ekor
|
Rp.400.000
|
2
|
Pakan 5-11 polos
|
Rp. 397.000
|
3 sak
|
Rp. 1.191.000
|
3
|
Pakan 5-11 Bravo
|
Rp. 358.000
|
2 sak
|
Rp. 716.000
|
4
|
5 botol vaksin + dapar
|
Rp. 11.000
|
|
Rp.11.000
|
5
|
Vitastress 50 gr
|
Rp.6.000
|
1 bungkus
|
Rp.6.000
|
6
|
Transportasi
|
Rp.150.000
|
|
Rp.150.000
|
7
|
Bola Lampu
|
Rp.9.000
|
2 buah
|
Rp.18.000
|
8
|
Pakan
|
Rp.8.000
|
28 Kg
|
Rp.224.000
|
9
|
Plastik
|
Rp.16.000
|
1 pak
|
Rp.16.000
|
10
|
Bensin
|
Rp.20.000
|
|
Rp.20.000
|
11
|
Minyak tanah
|
Rp.10.000
|
1 liter
|
Rp.10.000
|
Total Pengeluaran
|
Rp.2.762.000
|
b)
Pendapatan
Ayam
yang dijual 73 ekor x Rp.40.000 = Rp.2.920.000
c) Keuntungan = Pendapatan
Pengeluaran
=
Rp.2.920.000
Rp.2.762.000
= Rp.158.000
d) R/C Ratio = Pendapatan / Pengeluaran
= Rp.2.920.000/ Rp.2.762.000
= 1,05
e) B/C Ratio = Total keuntungan / Total pengeluaran
=
Rp.158.000/Rp.2.762.000
= 0,057
f) Keuntungan / ekor = Keuntungan/Jumlah ayam
= 158.000/73 ekor
= Rp.3,95
g) BEP Harga
= Total biaya produksi/Total produksi
= Rp.2.762.000/73 ekor
= Rp.37.835
h) BEP Produksi = Total biaya produksi/harga jual
=
Rp.2.762.000/Rp.40.000
=
69,05
super sekali ya
BalasHapusterimakasih
iya sama2
BalasHapus