makalah penyakit



Penyakit Yang Disebabkan Oleh Virus
1.      Penyakit Tetelo (Newcastle Disease, Avian Pneumoenchepalitis)

A.     Pengenalan
Penyakit Tetelo atau Newcastle Disease (ND) adalah penyakit akut pada unggas yang menular secara cepat dan menyebabkan timbulnya gangguan pernapasan yang sering diikuti oleh gangguan syaraf serta diare. Penyakit ini disebabkan oleh virus paramyco yang bervariasi
keganasannya mulai dari sangat tinggi (velogenik) sampai cukup tinggi (mesogenik) atau sangat rendah (lentogenik).

B.     Gejala Klinis
Tanda klinis sangat tergantung dari keganasan virus yang menginfeksi yaitu :
1.      Inveksi virus lentogenik menunjukan gejala yang ringan disertai penurunan produksi telur dan tidak terjadi gangguan syaraf.
2.      Inveksi virus mesogenik menimbulkan gangguan pernapasan seperti sesak napas, megap - megap, batuk dan bersin, produksi telur menurun, terjadi penurunan daya tetas, angka kematian pada anak ayam mencapai 10%, pada ayam dewasa mungkin tidak mengakibatkan kematian.
3.      Infeksi virus velogenik menyebabkan ayam kehilangan nafsu makan, diare ke- hijau- hijauan, sesak nafas, ngorok dan bersin Ayam mungkin menderita kelumpuhan sebagian atau total dan sering terjadi tortikalis. Produksi telur menurun atau berhenti. Balung dan pial berwarna kebiru-biruan dan muka membengkak. Angka kematian dapat mencapai 100%.

C.     Penularan
       ND sangat menular, biasanya dalam 3-4 hari seluruh ternak akan terinfeksi. Virus ini ditularkan melalui sepatu, peralatan, baju dan burung liar. Pada tahap yang mengenai pernapasan maka virus akan ditularkan melalui udara. Meskipun demikian pada penularan melalui udara, virus ini tidak mempunyai jangkauan yang luas. Unggas yang dinyatakan sembuh dari ND tidak akan dinyatakan sebagai “carrier” dan biasanya virus tidak akan bertahan lebih dari 30 hari pada lokasi pemaparan.

D.    Pencegahan dan Pengobatan
       Ayam yang menderita ND tidak dapat diobati. Usaha pencegahan yang paling efektif adalah melakukan vaksinasi. Ayam yang sudah terjangkit penyakit ini harus dimusnahkan karena dapat bertindak sebagai sumber pencemaran atau penularan    Pencegahan yang harus dilakukan oleh para peternak mengingat penyakit ini sangat infeksius adalah sebagai berikut:
·         memelihara kebersihan kandang dan sekitarnya. Kandang harus mendapat sinar matahari yang cukup dan ventilasi yang baik.
·         memisahkan ayam lain yang dicurigai dapat menularkan penyakit ini
·         memberikan ransum jamu yang baik.

2.      Gumboro (Infectious Bursal Disease)

A.     Pengenalan
       Penyakit ini menyerang kekebalan tubuh ayam, terutama bagian fibrikus dan thymus. Kedua bagian ini merupakan pertahanan tubuh ayam. Pada kerusakan yang parah, antibody ayam tersebut tidak terbentuk. Karena menyerang system kekebalan tubuh, maka penyakit ini sering disebut sebagai AIDSnya ayam.
       Virus yang menyebabkan penyakit ini adalah virus dari genus Avibirnavirus . Di dalam tubuh ayam, virus ini dapat hidup hingga lebih dari 3 bulan, kemudian akan berkembang menjadi infeksius. Gumoro memang tidak menyebabkan kematian secara langsung pada ayam, tetapi infeski sekunder yang mengikutinya akan menyebabkan kematian dengan cepat karena kekebalan tubuhnya tidak bekerja.

B.     Gejala klinis
       Gejala pertama yang terlihat berupa penurunan konsumsi pakan dan minum, bulu kusam, diare yang melendir yang mengotori bulu sekitar anus, lesu, ayam suka mematuk di sekitar kloaka, tidur dengan paruh diletakkan di lantai dan terganggu keseimbangannya . Bentuk klinis dijumpai pada anak ayam berumur 4 – 8 minggu dan bentuk subklinis pada anak ayam berumur 3 minggu dan tidak menimbulkan kematian, tetapi telah terjadi kerusakan terhadap sistem pembentukan zat kebalnya
       Angka kematian bila tanpa komplikasi dengan penyakit lain bervariasi antara             5 – 80%, sedangkan angka kesakitan dapat mencapai 100%. Anak ayam mungkin tidak mati, tetapi tetap kurus dan lebih rentan terhadap infeksi sekunder yang terjadi dikemudian hari. Virus Gumboro merusak sistem kebal asal bursal. Pembuatan antibodi terjadi dari sel kebal asal bursal, sehingga tanggap kebal oleh ayam sembuh dari gumboro menurun sesuai dengan kerusakan bursal yang terjadi.

C.     Penularan
       Gumboro menyebar melalui kontak langsung, air minum, pakan, alat-alat yang sudah tercemar virus dan udara. Yang sangat menarik adalah gumboro tidak menular dengan perantaraan telur dan ayam sudah sembuh tidak menjadi “carrier”. Penularan yang paling sering terjadi melalui pencemaran lingkungan oleh virus yang keluar bersama tinja anak ayam yang terserang.

D.    Pencegahan dan Pengobatan
       Pengobatan terhadap penyakit ini tidak berhasil guna. Usaha pengobatan yang paling efektif adalah tindakan vaksinasi. Di daerah yang belum pernah ditemukan penyakit ini, seyogianya tidak dilakukan vaksinasi. Perlu diupayakan agar tidak terjadi penularan melalui orang, peralatan atau kendaraan yang datang dari peternakan yang tercemar. Program vaksinasi yang baik dapat membantu menurunkan kejadian penyakit. Bangkai ayam yang mati dan tinja ayam yang sakit karena Gumboro harus dimusnahkan dengan cara dikubur atau dibakar.

Seekor ayam yang terserang gumboro. Bursal terlihat bengkak dan membulat

3.      Infeksi Bronkhitis menular (Infectious Bronchitis)

A.     Pengenalan
       Penyakit Infectious Bronchitis (IB) atau Bronkhitis Menular pada unggas adalah suatu penyakit yang menyerang alat pernapasan. Penyebabnya adalah virus corona. Ayam yang terserang penyakit ini secara menciri ditandai oleh kesulitan bernapas dan mengap – mengap diikuti oleh penurunan produksi telur secara tajam. Penyakit ini menyerang pada ayam muda.

B.     Gejala Klinis
       Infeksi virus IB terjadi sangat cepat dan penularannya kepada hewan lainpun berlangsung sangat cepat. Angka kesakitan dapat mencapai 100%, tetapi angka kematian mungkin tidak ada apabila tidak ada komplikasi dengan penyakit lain. Ayam yang terserang mengalami nafsu makan dan minumnya menurun, ayam biasanya gemetaran dan mencicit, sedangkan pada hidung dan mata keluar cairan encer, ayam muda bernafas terengah-engah dan mengap-mengap. Suara pernafasannya menjadi semakin jelas diwaktu malam hari.
        Produksi telur menurun tajam atau dapat terhenti sama sekali. Apabila sehat kembali produksi telur naik sedikit demi sedikit akan tetapi tetap pada rata-rata yang rendah. Kerabang telur menjadi besar atau bentuknya abnormal. Bila terlur ini dipecah albuminnya mencair. Akibat lain yang mungkin timbul  adalah penyumbatan saluran telur.

C.     Penularan
       Penularan dapat terjadi melalui udara yang mengandung partikel virus yang berasal dari hidung dan tenggorokan unggas yang terserang oleh penyakit ini. Ayam yang sembuh masih mengandung virus dalam waktu satu bulan dan tetap tinggal kebal tetapi tidak sebagai pembawa sifat yang abadi.

D.    Pencegahan dan Pengobatan
       Pengobatan terhadap IB tidak spesifik, penggunaan antibiotik dapat dilakukan selama 3-5 hari untuk memerangi infeksi ikutan. Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian vaksinasi. Kejadian penyakit dapat dikurangi dengan perbaikan tatalaksana peternakan, pemberian makanan dan minuman yang baik serta keadaan lingkungan peternakan dan perkandangan harus bersih dan sehat.

   
                                                                                                                                                                                                                                               
                                   (A)                                                          (B)
Ayam bernafas mengap-mengap karena terinfeksi Infeksi Bronkhitis menular (A). Permukaan kerabang telur sangat kasar dan bentuknya abnormal (B)









Komentar

Postingan populer dari blog ini

makalah farmakologi II Antiseptik

Clostridium tetani

Clostridial infection