makalah limbah dan pengolahannya



BAB I
PENDAHULUAN


Latar Belakang
Dimulai dengan makin maraknya industri besar yang berdiri serta kehidupan masyarakat yang tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Mulailah timbuh tumpukan limbah atau pun sampah yang tidak di buang sebagaimana mestinya. Hal ini berakibat pada kehidupan manusia di bumi yang menjadi tidak sehat sehingga menurunkan kualitas kehidupan terutama pada lingkungan sekitar.
Makalah IPA Tentang Limbah
Maka dari itu karya tulis ini akan dilengkapi dengan faktor – faktor yang timbul dan upaya – upaya yang dapat dilakukan mengenai masalah limbah. Oleh karena itu, kami telah susun karya tulis ini dengan rinci. Dengan maksud supaya makalah tentang Dampak Limbah serta Penanggulangannya ini dapat dijadikan masukan untuk membenahi kualitas kehidupan karena adanya limbah ataupun sampah yang tidak di buang sebagaimana mestinya.
Pada makalah ini terdapat beberapa cara yang dapat ditempuh guna meminimalisir dampak dari limbah ataupun sampah dan akhirnya kita dapat bersama mengurangi dampak dari adanya limbah ataupun sampah. Karena sampah sebenarnya ada juga yang masih dapat dimanfaatkan terutama limbah hewan yang dapt dijadiak pupuk atau limbah plastic dengan cara mendaur ulang serta limbah lain yang bias dimanfaatkan.









BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Limbah
Limbah adalah zat atau bahan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik industri maupun domestik (rumah tangga), yang kehadirannya pada suatu saat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena dapat menurunkan kualitas lingkungan. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa limbah merupakan suatu zat atau benda yang bersifat mencemari lingkungan. Limbah tidak mempunyai nilai ekonomis, karena itu limbah dibuang.             Keseimbangan lingkungan menjadi terganggu jika jumlah hasil buangan tersebut melebihi ambang batas. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, keberadaan limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah bergantung pada jenis dan karakteristik limbah. penanganan limbah ini tentunya tidak hanya sekedar mengolahnya/ mendaur ulangnya langsung tanpa memperhatikan jenis limbah dan cara penangannanya karena dari setiap limbah yang ada mempunyai cirri berbeda terhadap dampak yang ditimbulkanya.
B.     Karakteristik limbah :
Pada umumnya sesuatu yang ada di bumi ini memiliki suatu karakteristik
yang berbeda. Termasuk juga limbah yang mempunyai karakteristik sebagai
berikut :
·         Berukuran mikro
Karekteristik ini merupakan karakterisik pada besar kecilnya limbah/ volumenya. Contoh dari limbah yang berukuran mikro atau kecil atau bahkan tidak bias terlihat adalah limbah industri berupa bahan kimia yang tidak terpakai yang di buang tidak sesuai dengan prosedur pembuangan yang dianjurkan.
·         Dinamis
Mungkin yang dimaksud dinamis disini adalah tentang cara pencemarannya yang tidak dalam waktu singkat menyebar dan mengakibatkan pencermaran. Biasanya limbah dalam menyerbar di perlukan waktu yang cukup lama dan tidak diketahui dengan hanya melihat saja. Hal ini dikarenakan ukuran limbah yang tidak dapat dilihat
·         Berdampak luas (penyebarannya)
Luasnya dampak yang di timbulkan oleh limbah ini merupakan efek dari karakteristik limbah yang berukuran mikro yang tak dapat dilihat dengan mata telanjang. Contoh dari besarnya dampak yang ditimbulkan yaituadanya istilah “Minamata disease” atau keracunan raksa (Hg) di Jepang yang mengakibatkan nelayan-nelayan mengidap paralis (hilangnya kemampuan untuk bergerak karena kerusakan pada saraf). Kejadian ini terajadi di Teluk Minamata dan Sungai Jintsu karena pencemaran oleh raksa (Hg).
·         Berdampak jangka panjang (antar generasi)
Dampak yang ditimbulkan limbah terutama limbah kimia biasanya tidak sekedar berdampak pada orang yang terkena tetapi dapat mengakibatkan turunannya mengalami hal serupa.
Dari karakteristik limbah di atas pencemaran limbah juga didukung oleh
adanya faktor-faktor yang mempengaruhi pencemaran limbah terhadap
lingkungan diantaranya :
1.      Volume Limbah
Tentunya semakin banyak limbah yang dihasilkan oleh manusia dampak yang akan ditimbulkan semakin besar pula terasa.
2.      Kandungan Bahan Pencemar
Kandunngan yang terdapat di limbah ini mengakibatkan pencemaran lingkungan apabila kandunganya berbahaya dapat mengakibatkan pencemaran yang fatal bahkan dapat membunuh manusia serta mahluk hidup sekitar.
3.      Frekuensi Pembuangan Limbah
Pada saat sekarang ini pembuangan limbah semakin naik frekuensinya di karenakan banyaknya industry yang berdiri. Dengan semakin banyak frekuensi limbah tentunya pembuanganlimbah menjadi tidak terkandali dan usaha untuk mengolahnya tidak dapat maksimal dikarenakan pengolahan limbah yang masih jauh dari harapan kita semua.
C.    Sumber dan Jenis Limbah

1.      Sumber utama limbah
Sumber adanya limbah sebenarnya banyak sekali tetapi pada pengelompokannya sumber limbah terdiri dari :
ü  Aktivitas manusia
Saat manusia melakukan aktivitas untuk menghasikan sesuatu barang produksi maka akan timbul suatu limbah karena tidak mampunya pengolahan yang dilakukan oleh manusia menggunkan mesin dan juga sulitnya untuk mengolah barang yang tidak berguna menjadi barang yang bias dimanfaatkan untuk keperluan manusia. Berikut adalah limbah yang dihasilkan oleh aktivitas manusia misalnya :
Ø  Hasil pembakaran bahan bakar pada industry dan juga kendaran bermotor
Ø  Pengolahan bahan tambang dan minyak bumi
Ø  Pembakaran hutan untuk membuka lahan pertanian ataupun perumahan

ü  Aktivitas alam
Selaindari aktivitas diatas pencemaran limbah di bumi juga di timbulkan oleh aktivitas alam walaupun jumlahnya sangat sedikit pengaruhnya terhadap lingkungan karena lokasinya yang biasanya bersifat lokal. berikut ini contoh dari aktivitas alam yang menghasilkan limbah
yaitu :
Ø  Pembusukan bahan organik alami
Ø  Adanya aktifitas gunung berapi
Ø  Banjir, longsor serta
Ø  Aktivitas alam yang lain
Karena kedua aktivitas ini menimbulkan limbah yang mencemari lingkungan, manusia di bumi terus mengembangkan teknologi untuk mencegah dampak pencemaran lingkungan. Walaupun dilain pihak limbah terus meningkat terutamadiakibatkan oleh aktivitas manusia hal ini didorong oleh beberapa factor sebagai berikut :
1.      Perkembangan industri
Perkembangan industri yang sangat cepat baik pertambangan, transportasi dan manufakur atau pabrik yang mengahsilkan limbah dalam jumlah yang relative besar sehingga terjadi pembuangan limbah yang kurang terkontrol karena kurannya teknologi untuk membuat limbah menjadi barang yang terurai atau ramah lingkungan
2.      Modernisasi
Pada saat sekarang perkembangan teknologi untuk menghasilkan barang semakin marak digunakan dikalangan orang yang mengeluti bidang industry. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan barang dengan cepat tetapi di lain hal perkembangan teknologi berakibat pada semakin banyaknya limbah yang dihasilkan oleh teknologi itu sendiri.


3.      Pertambahan penduduk
Semakin banyaknya penduduk di bumi ini mengakibatkan bertambah meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal serta meingkatnya jumlah kebutuhan akan barang. Hal ini dapat menimbulkan berberpa macam masal seperti :
a)      Pembukaan lahan untuk pemukiman dan saran transportasi
Pembukaan lahan untuk pemukiman dan saran transportasi berdampak terhadap semakin berkurangnya hutan untuk mengurangi kadar pencemaran lingkungan.
b)      Penimbunan sampah
Semakin hari kita melihat banyaknya sampah yang menumpuk karena pembuangannya yang sembarangan dan mungkin juga karena kurang mampunya tempat pembuangan sampah untuk menampung sampah atau yang biasa disebut TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dalam menampung sampah sehingga sampah menumpuk di suatu tempat yang berdampak menurunnya kualitas lingkungan
sekitar
2.      Jenis limbah
Bermacam-macam limbah mungkin akan kita temui di sekitar kita. Pernahkah anda melihat sampah plastik, kaleng, pecahan kaca, kotoran hewan dan lain sebagainya. Dari sekian banyaknya limbah ini dapat dikelompokan berdasar sumber dari limbah ini berasal seperti penjelasan di bawah ini :
  • Garbage yaitu sisa pengelolaan atau sisa makanan yang mudah membusuk. Misal limbah yang dihasilkan oleh rumah tangga, restoran dan hotel.
·         Rubbish yaitu bahan atau limbah yang tidak mudah membusuk yang terdiri dari bahan yang mudah terbakar seperti kayu dan kertas. bahan yang tidak mudah terbakar seperti klaeng dan kaca
·         Ashes yaitu sejenis abu hasil dari proses pembakaran seperti pembakaran kayu, batubara maupun abu dari hasil industry.
·         Dead animal yaitu segala jenis bangkai yang membusuk seperti bangkai kuda, sapi, kucing tikus dan lain-lain.
·         Street sweeping yaitu segala jenis sampah atau kotoran yang berserakan di jalan karena perbuatan orang yang tidak bertanggungjawab.
·         Industrial waste yaitu benda-benda padat sisa dari industry yang tidak tepakai atau dibuang. Missal industry kaleng dengan potongan kaleng-kaleng yang tidak terolah.
Kualitas limbah dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang memengaruhi kualitas limbah adalah sebagai berikut.
1. Volume limbah Banyak sedikitnya limbah memengaruhi kualitas limbah. Jika limbah di lingkungan terdapat dalam jumlah banyak, limbah tersebut berbahaya. Akan tetapi, jika jumlahnya sedikit maka limbah tidak akan membahayakan.
2. Kandungan bahan pencemar Kualitas limbah dipengaruhi oleh kandungan bahan pencemar. Limbah dikategorikan berbahaya jika mengandung pencemar berbahaya. Jika limbah tidak mengandung bahan pencemar berbahaya, berarti limbah tersebut tidak membahayakan.
3. Frekuensi pembuangan limbah Pembuangan limbah dengan frekuensi yang sering akan menimbulkan masalah. Jika pembuangan limbah dilakukan dengan frekuensi yang tidak sering maka limbah tidak akan membahayakan.
Berdasarkan karakteristiknya, limbah industri dapat digolongkan menjadi empat bagian, yaitu:
1. Limbah gas dan partikel
2. Limbah cair
3. Limbah padat
4. Limbah bahan berbahaya dan beracun/B3.
Sedangkan secara garis besar, limbah dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Limbah organik
2. Limbah anorganik
3. Limbah bahan berbahaya dan beracun/B3
Macam-macam Limbah
1.      Ditinjau secara Kimiawi
Pengertian senyawa adalah zat yang terdiri atas dua unsur atau lebih yang bergabung melalui suatu reaksi kimia. Semua benda yang ada di sekeliling kita, seperti tanah, air, udara, minyak, besi, dan Iain-Iain disebut zat atau materi. Semua zat terdiri atas unsur. Unsur adalah zat yang paling sederhana yang tidak dapat diuraikan lagi. Limbah ditinjau secara kimiawi, terdiri atas:
a. Limbah Organik, Limbah organik adalah limbah yang berasal dari tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, petemakan, rumah tangga, dan industri yang secara alami mudah terurai oleh aktivitas mikroorganisme baik secara aerob maupun anaerob. Contoh limbah organik adalah batang sayuran, kulit buah-buahan, bulu ayam, dan kotoran hewan.
b. Limbah Anorganik, Limbah anorganik adalah limbah yang bukan berasal dari makhluk hiddup dan tidak dapat di uraikan oleh mikroorganisme. Limbah anorganik tidak mudah hancur. contohnya botol, kaleng, kaca, pestisida, logam,plastik, dan sebagainya. Limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) adalah limbah hasil dari kegiatanmanusia yang mengandung bahan kimia dan zat beracun yang berbahaya bagi makhluk hidup, khususnya manusia.2.
2.      Berdasarkan Wujudnya
Berdasarkan wujudnya limbah dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu:

a. Limbah padat, Limbah padat adalah limbah yang berwujud padat. Limbah padat bersifat kering, tidak dapat berpindah kecuali ada yang memindahkannya. Limbah padat ini misalnya, sisa makanan, sayuran, potongan kayu, sobekan kertas, sampah plastik, dan logam.
b. Limbah cair, Limbah cair adalah limbah yang berwujud cair. Limbah cair terlarut dalam air, selalu berpindah, dan tidak pernah diam. Contoh limbah cair adalah air bekas mencuci pakaian, air bekas pencelupan warna pakaian, air rembesan AC dan sebagainya.
c. Limbah gas, Limbah gas adalah limbah zat (zat buangan) yang berwujud gas. Limbah gas dapat dilihat dalam bentuk asap. Limbah gas selalu bergerak sehingga penyebarannya sangat luas. Contoh limbah gas adalah gas pembuangan kendaraan bermotor. Pembuatan bahan bakar minyak juga menghasilkan gas buangan yang berbahaya bagi lingkungan.
3.Berdasarkan Sumbernya
Jenis limbah berdasarkan sumbernya, dapat dibedakan menjadi:
a.Limbah rumah tangga, Limbah rumah tangga disebut juga limbah domestik.
b.Limbah industry, Limbah industri adalah limbah yang berasal dari industri. Hasil buangannya dapat berbentuk padat, cair, dan gas bergantung benda yang dibuat.
c.Limbah pertanian, Limbah padat yang dihasilkan dari kegiatan pertanian, contohnya sisa daun-daunan, ranting, jerami, dan kayu, sedangkan limbah cair,
d.Limbah minyak, Minyak merupakan bahan bakar utama pembangkit tenaga pada alat transportasi maupun industri. Limbah/buangan/tumpahan minyak dalam proses eksploitasi, pengangkutan, dan peng-gunaannya dapat terjadi akibat kebocoran, kecelakaan, maupun tumpahan lainnya.
Akibat yang dapat ditimbulkan oleh limbah minyak di perairan, misalnya:
1. Fitoplankton tidak dapat berfotosintesis.
2. Pertukaran udara dari air dengan udara bebas terganggu.
3. Hewan yang sumber makanannya berada di dalam air, seperti burung, menjadi kesulitan mencari makan karena pandangannya terhalang.Jadi, limbah minyak yang berada di air tawar maupun air laut akan mengancam perkembangan biota pada lingkungan tersebut.
e. Limbah konstruksi, Limbah konstruksi secara umum didefinisikan sebagai subtansi atau suatu objek di mana pemilik mempunyai keinginan untuk membuang. Adapun limbah konstruksi didefinisikan sebagai material yang sudah tidak digunakan yang dihasilkan dari proses konstruksi, perbaikan atau perubahan.Material limbah konstruksi dihasilkan dalam setiap proyek konstruksi, baik itu proyek pembangunan maupun proyek pembongkaran (contruction and domolition). Limbah yang berasal dari perobohan atau penghancuran bangunan digolongkan dalam domolition waste, sedangkan limbah yang berasal dari pembangunan perubahan bentuk (remodeling), perbaikan baik itu rumah atau bangunan komersial, digolongkan ke dalam construction waste.
Terdapat tiga jenis limbah yang ditemukan dalam konstruksi, yaitu:
1.Material yang dapat didaur ulang (recycleable).
2.Limbah berbahaya (hazardous).
3.Limbah yang akan dibuang ke tempat pem-buangan akhir (landfill material).
Komposisi limbah konstruksi dikategorikan dengan berbagai cara, bergantung bagaimana cara memandang limbah tersebut. Ada tiga faktor utama untuk mengkategorikan limbah konstruksi, yaitu:a. Kayub. Puing-puing akibat perbaikan/bongkaranc. Besi tulangan atau bajad. Kertas atau plastike. Bata, tegel, dangentengf. Logam bukan besi, termasuk kalengg. Sampah, seperti debu, kain bekas, dan bungkusmakananh. Kelebihan agregati. Sisa tanah galian
f. Limbah radioaktif, Limbah radioaktif berasal dari setiap pemanfaatan tenaga nuklir, baik pemanfaatan untuk pembangkitan daya listrik menggunakan reaktor nuklir, maupun pemanfaatan tenaga nuklir untuk keperluan industri dan rumah sakit. Bahan atau peralatan terkena atau menjadi radioaktif dapat disebabkan karena pengoperasian instalasi nuklir atau instalasi yang memanfaatkan radiasi pengion.
Jenis limbah radioaktif dapat dibedakan berdasarkan:
1. Besarnya aktivitas Berdasarkan besarnya aktivitas, limbah radioaktif dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu limbah aktivitas tinggi, aktivitas sedang, dan aktivitas rendah.
2. Umur Berdasarkan umurnya, limbah radioaktif dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu limbah umur paruh panjang dan umur paruh pendek.
3. Bentuk fisik Berdasarkan bentuk fisiknya, limbah radioaktif dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu limbah padat, cair, dan gas.Karena limbah radioaktif memancarkan radiasi, apabila tidak diisolasi dari masyarakat dan lingkungan maka radiasi limbah tersebut dapat mengenai manusia dan lingkunganRadiasi limbah radioaktif berbahaya bagi manusia karena dapat melakukan ionisasi dan merusak sel organ tubuh manusia. Kerusakan sel tersebut mampu menyebabkan terganggunya fungsi organ tubuh. Di samping itu, sel-sel yang masih tetap hidup namun mengalami perubahan, dalam jangka panjang kemungkinan menginduksi adanya tumor atau kanker. Ada kemungkinan dapat pula bahwa kerusakan sel akibat radiasi mengganggu fungsi genetika manusia, sehingga keturunannya mengalami cacat.         
4. Berdasarkan Sifatnya
Berdasarkan sifatnya, limbah terdiri atas enam jenis, yaitu:
a. Limbah mudah meledak, Limbah mudah meledak adalah limbah yang melalui proses kimia dapat menghasilkan gas dengan suhu tekanan tinggi serta dapat merusak lingkungan.
b. Limbah mudah terbakar Bahan limbah yang mudah terbakar adalah limbah yang mengandung bahan yang menghasilkan gesekan atau percikan api jika berdekatan dengan api.
c. Limbah reaktif Limbah reaktif adalah limbah yang memiliki sifat mudah bereaksi dengan oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi dan dapat menyebabkan kebakaran.
d. Limbah beracun Limbah beracun atau limbah B3 adalah limbah yang mengandung racun berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Limbah ini mengakibatkan kematian jika masuk ke dalam laut.
e. Limbah penyebab infeksi Limbah penyebab infeksi adalah limbah yang berasal dari laboratorium yang terinfeksi penyakit, seperti bagian tubuh manusia atau cairan tubuh manusia atau hewan yang terkena infeksi.
f.   Limbah korosif adalah limbah yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan dapat membuat logam berkarat.
http://pengelolaanlimbah.files.wordpress.com/2012/06/2.jpg?w=505&h=655
tanda / label pada limbah berdasarkan sifatnya


D.    Limbah yang Dapat Dimanfaatkan
Adapun tahap pemrosesan limbah adalah sebagai berikut
·         Penyaringan
·         Pemisahan partikel
·         Proses biologi, berupa penggunaan mikro-organisme aerobik untuk membantu peng-hancuran limbah organik.
·         Proses kimia, yaitu pemakaian bahan-bahan kimia untuk menghilangkan rasa.

Daur ulang adalah suatu proses ulang terhadap bahan buangan menjadi suatu produk seperti awalnya atau menjadi produk lain yang dapat dimanfaatkan kembali. D. Pengolahan LimbahLimbah yang dihasilkan dari kegiatan industri, pertanian, rumah tangga, dan sebagainya dapat mencemari lingkungan sehingga mengancam kehidupan organisme, termasuk manusia. Oleh karena itu, limbah harus ditanggulangi secara bijaksana dan penuh tanggung jawab. Salah satu cara adalah dengan melakukan pengolahan terhadap limbah tersebut.
Secara umum, pengolahan limbah dilakukan dalam 5 (lima) tahap, yaitu:
1. Pengurangan Sumber (Source Reduction)Banyaknya sampah yang dihasilkan oleh setiap orang dapat dikurangijumlahnya dengan mengurangi pemakaian. Hal yang paling sederhana yang dapat kita lakukan, di antaranya pengurangan pemakaian kantong plastik. Jika kita belanja, biasakan untuk membawa tas belanja sendiri sehingga jumlah sampah plastik dapat dikurangi.
2. Penggunaan Kembali (Reuse)Barang-barang yang sudah tidak digunakan lagi dapat kita manfaatkan untuk berbagai kepentingan. Biasanya, para siswa membeli buku tulis baru setiap kenaikan kelas, padahal buku tulis yang lama masih tersisa. Sisa buku tulis hendaknya digunakan sampai habis, jangan dulu membeli buku tulis baru sebelum buku tulis yang lama habis.
3. Pemanfaatan (Recyling)Pemanfaatan limbah, yaitu upaya mengurangi volume, konsentrasi, toksisitas, dan tingkat bahaya limbah ke lingkungan. Usaha pemanfaatan limbah ini merupakan alternatif minimalisasi limbah yang dapat memberikan nilai ekonomis berupa pengurangan biaya pembuangan limbah dan pengadaan bahan baku. Adapun teknik yang dapat dilakukan berupa recovery (perolehan kembali), reuse (penggunaan kembali), dan recycle (daur ulang).Banyak jenis limbah dapat dimanfaatkan kembali melalui daur ulang atau dikonversikan ke produk lain yang berguna. Limbah yang dapat dikonversikan ke produk lain, misalnya limbah dari industri pangan. Limbah tersebut biasanya masih mengandung serat, karbohidrat, protein, lemak, asam organik, dan mineral. Pada dasarnya, dapat mengalami perubahan secara biologis sehingga dapat dikonversikan ke produk lain, seperti energi, pangan, pakan, pupuk organik, dan Iain-Iain.Sampah-sampah yang dihasilkan dari rumah dapat kita daur ulang menjadi barang yang baru. Misalnya, sisa-sisa makanan atau potongan sayuran dan buah-buahan dapat diolah menjadi pupuk kompos. Minyak jelantah yang seharusnya dibuang dapat didaur ulang menjadi minyak baru dengan diberi sari buah mengkudu. Jika setiap orang sudah memahami proses daur ulang sampah, jumlah sampah dapat dikurangi.Konsep pemanfaatan limbah merupakan upaya untuk membangun usaha kecil dan menengah (UKM). Pertama-tama harus diketahui sifat kimia dan fisikanya, sehingga dapat diperkirakan berbagai produk yang mungkin dihasilkan. Kemudian produk yang dipilih dipertimbangkan dengan pasardan tekno ekonominya.Sebagai contoh limbah tulang dari pabrik pengolah daging. Limbah pengolah daging memiliki sjfat kimiawi yang didominasi oleh protein (kolagen) di samping mineral (kalsium). Didasarkan atas sifat kimia tersebut, tulang mempunyai potensi untuk diolah menjadi produk yang berfungsi sebagai sumber protein, yaitu ekstrak tulang dan protein hidrolisat, di samping berupa tepung tulang yang merupakan sumber protein dan mineral. Begitupun dengan jenis limbah lainnya.
4. Pengolahan (Treatment)Teknik pengolahan ditujukan pada limbah yang dapat kita olah sendiri. Teknik pengolahan limbah ini dilakukan pada limbah industri atau limbah yang beracun.
Adapun beberapa teknik yang dilakukan untuk mengolah limbah cair adalah sebagai berikut.
A. Pengolahan secara fisika, Pengolahan secara fisika dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain.1) Penyaringan (screening), dilakukan pada limbah cair yang mudah mengendap. Bahan-bahan padat dalam cairan dapat dipisahkan dengan penyaringan.2) Proses flotasi, yaitu proses pengolahan limbah dengan cara menyisihkan bahan-bahan yang mengapungsepertiminyakdan lemak. Teknik ini dapat juga dilakukan pada bahan-bahan tersuspensi seperti lumpur.3) Proses filtrasi, yaitu teknik yang dilakukan pada bahan limbah yang mengandung partikel suspensi (mengendap). Teknik ini dapat menyisihkan sebanyak mungkin partikel yang mengendap.4) Proses absorpsi, yaitu teknik pengolahan limbah dengan menggunakan karbon aktif. Teknik ini dilakukan dengan menyisihkan senyawa aromatik dan senyawa organik terlarutlainnya.5) Teknologi membran (reverse osmosis), digunakan untuk unit pengolahan kecil. Teknik ini membutuhkan biaya operasi yang sangat mahal.
B. Pengolahan secara kimia, Pengolahan air buangan secara kimia biasanya dilakukan untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap (koloid), seperti logam-logam berat, senyawa fosfor, dan zat organik beracun dengan membubuhkan bahan kimia tertentu yang diperlukan. Penyelisihan bahan-bahan tersebut pada prinsipnya berlangsung melalui perubahan sifat bahan-bahan tersebut. Perubahan sifat tersebut adalah dari tidak dapat diendapkan menjadi mudah diendapkan (flokulasi-koagulasi), baik dengan atau tanpa reaksi oksidasi-reduksi, dan juga berlangsung sebagai hasil reaksi oksidasi.
C. Pengolahan secara biologi, Pengolahan limbah dengan teknik biologi melibatkan mikroorganisme. Adapun teknik yang telah dikembangkan, yaitu trickling filter, cakram biologi, filter terendam, dan reactor fludisasi. Ditinjau dari segi lingkungan, pengolahan secara biologi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu proses aerob dan proses anaerob. Proses aerob adalah proses pengolahan limbah yang membutuhkanoksigen, sedangkan proses anaerob adalah proses pengolahan limbah yang tidak membutuhkan oksigen.
5. Pembuangan Limbah yang telah diolah menjadi bahan yang tidak berbahaya dapat dibuang ke lingkungan. Pembuangan limbah yang berwujud cair dapat di buang ke sungai atau ke laut. Sedangkan pembuangan limbah yang berwujud padat dibuang ke tanah. Dengan demikian lingkungan menjadi aman dan sehat.Untuk mengolah limbah cair, secara garis besar proses pengolahannya adalah sebagai berikut.a. Limbah cair yang berasal dari rumah sakit dan industri dikumpulkan pada kolam ekualisasi.b. Limbah yangterkumpul di kolam lalu dimasukkan ke dalam tangki reaktor untuk dicampur dengangas ozon. Gas ozon tersebut kemudian akan bereaksi dengan sinar ultraviolet dari lampu ultra¬violet yang dipasang pada pusat tangki reaktor.c. Reaksi tersebut akan menghasilkan beberapa senyawa aktif yang dapat mengkoagulasikansenyawa organik serta membunuh bakteri pathogen yang terkandung dalam limbah cair.d. Kemudian limbah cair yang telah diproses dialirkan ke tangki koagulasi untuk dicampurkan dengankoagulan.e. Setelah itu dialirkan ke tangki sedimentasi. Dalam tangki tersebut, logam berat dan Iain-Iain sisaproses oksidasi dalam tangki reaktor diendapkan. Selanjutnya, dilakukan proses penyaringan pada tangki filtrasi. Pada tangki ini terjadi prosesadsorpsi, yaitu proses penyerapan zat-zat polutan yang terlewatkan pada proses koagulasi.
E.     Pengolahan Limbah Organik dan Anorganik
Ø  Limbah Organik
Limbah organik berasal dari industri pangan. Limbah tersebut masih mengandung serat, karbohidrat, protein, lemak, asam organik, dan min¬eral. Melalui perubahan secara biologis, limbah tersebut dapat dibuat menjadi energi, pangan, pakan, dan pupuk organik.

1. Pengolahan Limbah Tumbuhan
Beberapa teknologi untuk mengolah limbah tumbuhan adalah sebagai berikut.
a. Teknologi ATD Teknologi, ATD ini mampu mengubah limbah tumbuhan menjadi pupuk organik yang bersih dan terbebas dari bakteri patogen.
b. Teknologi fermentasi probiotik, Teknologi fermentasi probiotik dapat mengubah limbah tumbuhan, seperti molasses, ampas debu, dedakpadi, ampas tahu, bungkil kedelai, bungkil kelapa, dan ampas kopi dapat dikembangkan menjadi bahan baku pakan ternak.
c. Teknologi pengomposan, Teknologi pengomposan merupakan penguraian dan pemantapan bahan-bahan organik secara biologis dalam suhu tinggi dengan hasil akhir berupa bahan yang cukup bagus untuk diaplikasikan ke tanah. Teknologi pengomposan dapat dilakukan secara aerob maupun anaerob dengan atau tanpa tambahan. Bahan tambahan yang biasanya digunakan aktivator kompos, seperti green phoskko organic decomposer dari Superfarm (Effective Microorganism) atau menggunakan cacing untuk mendapatkan kompos (vermicompost). Pengomposan secara aerob yang paling banyak digunakan karena mudah dan murah untuk dilakukan.
a. Makanan Ternak
Di beberapa negara, sampah organik yang berasal dari restoran biasanya dikumpulkan oleh peternak dan digunakan sebagai makanan binatang ternak, misalnya babi, unggas.
Di Indonesia, sampah organik dari pasar yang berupa sayur-sayuran (kobis, slada air, sawi), daun pisang, dan sisa makanan biasanya diambil untuk makanan kelinci, kambing, dan juga ayam atau itik. Hal ini sangat bermanfaat sebab selain mengurangi jumlah sampah juga mengurangi biaya peternakan. Namun, sampah organik ini harus dibersihkan dan dipilah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi oleh ternak. Sebab akan bermasalah jika sampah organik tadi bercampur dengan sampah-sampah yang mengandung logam-logam berat yang dapat terakumulasi di dalam tubuh ternak tersebut.

b. Komposting Pengkomposan merupakan upaya pengolahan sampah, segaligus usaha mendapatkan bahan-bahan kompos yang sangat menyuburkan tanah. Sistem ini mempunyai prinsip dasar mengurangi atau mendegradasi bahan-bahan organik secara terkontrol menjadi bahan-bahan anorganik dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme. Mikroorganisme yang berperan dalam pengolahan ini dapat berupa bakteri, jamur, khamir, juga insekta dan cacing. Agar pertumbuhan mikroorganisme optimum, maka diperlukan beberapa kondisi, diantaranya campuran yang seimbang dari berbagai komponen karbon dan nitrogen, suhu, kelembaban udara (tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering), dan cukup kandungan oksigen (aerasi baik).
Sistem pengkomposan ini mempunyai beberapa keuntungan, antara lain:
- Merupakan jenis pupuk yang ekologis dan tidak merusak lingkungan.
- Bahan yang dipakai tersedia, tidak perlu membeli.
- Masyarakat dapat membuatnya sendiri, tidak memerlukan peralatan dan instalasi yang mahal.
- Unsur hara dalam pupuk kompos ini bertahan lama jika dibanding dengan pupuk buatan.

c. Pengolahan menjadi makanan bergizi tinggi
            limbah dari kelapa berupa air kelapa dapat dibuat nata de coco yang kaya dengan serat. Selain dapat mendatangkan keuntungan, pengolahan limbah ini dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Kulit jeruk diolah menjadi makanan khas di daerah jawa barat yang disebut kalua. Dan juga kulit umbu singkong dimanfaatkan untuk lauk pauk.
d. Kerajinan tangan
            bunga-bunga, biji, dan daun-daun kering dapat dibuat menjadi hiasan dinding atau bentuk kerajinan lainnya
3.      Pengolahan Limbah Hewan
Limbah ternak adalah sisa buangan dari suatu kegiatan usaha peternakan, seperti usaha pemeliharaan ternak, rumah potong hewan, pengolahan produk ternak, dan lain-lain. Limbah tersebut meliputi limbah padat dan limbah cair seperti feces (tinja), urine, sisa makanan, embrio, kulit telur, lemak, darah, bulu, kuku, tulang, tanduk, isi rumen (isi perut), dan sebagainya.
Limbah yang berupa kotoran hewan mengandung berbagai macam organisme yang bila berada diluar saluran pencernaan hewan akan menjadi sumber berbagai penyakit. Oleh karena itu, perlu ditangani secara khusus. Keuntungan yang diperoleh melalui pengolahan limbah pada hewan antara lain :
v  Mengurangi bau yang tidak sedap (busuk) pada lingkungan peternakan
v  Menghilangkan kesan kotor dan menjijikkan
v  Menghilangkan faktor penghambat pertumbuhan tanaman yang ada pada kotoran ternak segar
v  Menghilangkan agen pathogen atau bibit rumput liar yang ada pada limbah ternak
v  Meningkatkan nilai jual pupuk untuk tambahan pendapatan peternakan
a.       Pakan ternak
Sebagai pakan ternak, limbah ternak kaya akan nutrien seperti protein, lemak, vitamin, mineral, mikroba, dan zat lainnya. Ternak membutuhkan sekitar 46 zat makanan esensial agar dapat hidup sehat. Limbah feces mengandung 77 zat atau senyawa, namun di dalamnya terdapat senyawa toksik (racun) untuk ternak. Untuk itu, pemanfaatan limbah ternak sebagai makanan ternak memerlukan pengolahan lebih lanjut.
b.      Media tumbuh
Telah dilakukan penelitian tentang penggunaan feces sapi untuk media hidupnya cacing tanah, ternyata menghasilkan biomassa tertinggi dibandingkan campuran feces yang ditambah bahan organik lain, seperti feces dan erami padi, feces dari limbah organik pasar, maupun feces dan isi rumen.
c.       Pupuk kandang dan pupuk organik
Pupuk organik asal ternak adalah pupuk yang dibuat melalui proses pembusukan atau fermentasi limbah ternak dan sisa-sisa pakan hijauan. Dengan demikian, limbah ternak baik berupa kotoran ternak saja maupun yang sudah bercampur dengan sisa-sisa pakan hijauan/jerami apabila diproses secara benar maka dapat dimanfaatkan sebagai pupuk atau laxim disebut pupuk organik atau disebut juga kompos. Prosesnya disebut pengomposan. Limbah biogas adalah kotoran ternak yang telah hilang gas nya (slurry), merupakan pupuk organik yang sangat kaya akan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman.bahkan, unsur-unsur tertentu seperti protein, selulose, lignin, dan lain-lain tidak bisa digantikan oleh pupuk kimia
Pupuk kandang adalah pupuk yang dihasilkan dari kotoran ternak. Pupuk kandang paling banyak digunakna berasal dari kotoran hewan memamah biak, seperti kambing dan sapi. Selain pupuk kandang yang berasal dari kotoran ternak, pupuk kandang dapat juga diperoleh dari limbah biogas.
d.      Biogas
Biogas merupakan gas-gas yang dapat disunakan sebagai bahan bakar yang dihasilkan dari aktivitas bakteri methanogen (Methanobacterium sp) yang anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik.bahan baku utama biogas diantaranya : kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), sampah biodegradable, atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik. Biogas ini dimanfaatkan sebagai energi altematif untuk keperluan memasak atau keperluan lainnya. Biogas ini sama fungsinya dengan gas elpiji yang memiliki banyak atom C.Bahan baku pembuatan biogas adalah kotoran hewan. Kotoran hewan mengandung metana yang mudah terbakar.
Sampah yang dibuat biogas ini mempunyai kelebihan antara lain:
- Mengurangi jumlah sampah.
- Menghemat energi dan merupakan sumber energi yang tidak merusak lingkungan.
- Nyala api bahan bakar biogas ini terang/bersih, tidak berasap seperti arang kayu atau kayu bakar. Dengan menggunakan biogas, dapur serta makanan tetap bersih.
- Residu dari biogas dapat dimanfaatkan untuk pupuk kandang.     
Ø  Limbah anorganik
Limbah anorganik seperti botol, kertas, plastik dan kaleng, sebelum dibuang ke TPA sebaiknya dipilah terlebih dahulu. Karena dari jenis sampah ini masih ada kemungkinan untuk dimanfaatkan ulang maupun untuk didaur ulang.
a. Dijual ke Pasar Loak/Dirombeng untuk Bahan Baku Sisi lain dari pemanfaatan sampah anorganik, seperti kertas bekas, koran bekas, majalah bekas, botol bekas, ban nekas, radio tua, TV tua, dan sepeda usang, adalah dijual ke pasar loak. Atau jika enggan pergi ke pasar loak, juga dapat memanggil tukan loak yang biasa membeli barang-barang bekas ke rumah-rumah. Cara lain dapat juga di jual ke tetangga ataupun teman. Dengan demikian, sudah ada usaha mengurangi jumlah sampah yang ada. Cobalah untuk mengumpulkan barang-barang bekas kemudian dijual, pendapatan rumah tangga akan bertambah.
b. Daur Ulang Berbicara mengenai proses daur ulang, ada baiknya apabila mengetahui jenis sampah yang dapat didaur ulang.
Sampah-sampah yang dapat di daur ulang, antara lain:
- Sampah plastik.
- Sampah logam
- Sampah kertas
- Sampah kaca.
c. Sanitary Landfill Ini merupakan salah satu metode pengolahan sampah terkontrol dengan sistem sanitasi yang baik. Sampah dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Kemudian sampah dipadatkan dengan traktor dan selanjutnya ditutup tanah. Cara ini akan menghilangkan polusi udara. Pada bagian dasar tempat sampah tersebut dilengkapi dengan sistem saluran leachate yang berfungsi sebagai saluran limbah cair sampah yang harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai atau ke lingkungan. Di sanitary landfill tersebut juga dipasang pipa gas untuk mengalirkan gas hasil aktivitas penguraian sampah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam sanitary landfill, yaitu :
- Semua lanfill adalah warisan bagi generasi mendatang.
- Memerlukan lahan yang luas.
- Penyediaan dan pemilihan lokasi pembuangan harus memperhatikan dampak lingkungan.
- Aspek sosial harus mendapat perhatian.
- Harus dipersiapkan instalasi drainase dan sistem pengumpulan gas.
- Kebocoran ke dalam sumber air tidak dapat ditolerir (kontaminasi dengan zat-zat beracun)
- Memerlukan pemantauan yang terus menerus.
d. Pembakaran Cara ini adalah cara yang paling mudah untuk dilakukan karena tidak membutuhkan usaha keras. Cara ini bisa dilakukan dengan cara membakar limbah-limbah padat misalnya kertas-kertas dengan menggunakan minyak tanah lalu dinyalakan apinya. Sampah padat dibakar di dalam insinerator. Hasil pembakaran adalah gas dan residu pembakaran. Penurunan volume sampah padat hasil pembakaran dapat mencapai 70%. Cara ini lebih relatif mahal dibanding dengan sanitary lanfill, yaitu sekitar 3 x lipatnya.
Kelebihan sistem pembakaran ini adalah : - Mudah dan tidak membutuhkan usaha keras
- Membutuhkan tempat atau lokasi yang cukup kecil dibanding sanitary landfill.
- Membutuhkan lahan yang relatif kecil
- Dapat dibangun di dekat lokasi industri.
- Residu hasil pembakaran relatif stabil dan hampir semuanya bersifat anorganik.
- Dapat digunakan sebagai sumber energi, baik untuk pembangkit uap, air panas, listrik, dan pencairan logam.









BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik
industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai
sampah) atau juga dapat dihasilkan oleh alam yang kehadirannya pada
suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak
memiliki nilai ekonomis.
Karakteristik limbah:
Berukuran mikro
Dinamis
Berdampak luas (penyebarannya)
Berdampak jangka panjang (antar generasi)
Limbah merupakan hasil dari aktivitas manusia dan aktivitas alam.
Pengolahan limbah merupakan cara untuk mengurangi pencemaran yang diakibatkan oleh limbah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

makalah farmakologi II Antiseptik

Clostridium tetani

Clostridial infection